Saturday, December 17, 2011

Persaudaraan Bumiputra

Setelah diskusi dan rapat persiapan selama hampir 10 minggu, Persaudaraan Bumiputra akhirnya dicatatkan di hadapan notaris Deddy Hartono pada 15 Desember 2011, bertempat di hotel Le Meridien Lantai 20, Jakarta.

Dalam akta notaris, nama-nama pendiri Persaudaraan Bumiputra yang dicatatkan adalah:
  1. Abdul Rahman (Daeng Mangussara)
  2. Ahmad Fauzi (Ray Rangkuti)
  3. Ahmad Mukhlis Yusuf
  4. Andi Haryanto Sinulingga
  5. Anies Rasyid Baswedan
  6. Arif Budimanta
  7. Arif Satria
  8. Bursah Zarnubi
  9. Hamid Basyaib
  10. Dian Islamiati Fatwa
  11. Elprisdat
  12. Erik Satria Wardana
  13. Fami Fachrudin
  14. Geisz Chalifah
  15. Hasan Nasbi
  16. Hasanuddin Ibrahim
  17. Katamsi Ginano
  18. M Yasin Kara
  19. Marbawi A Katon
  20. Muhammad Haris Indra
  21. Muhammad Ichsan Loulembah
  22. Medrial Alamsyah
  23. Nadia Madjid
  24. Nasihin Masha
  25. Nur Iswan
  26. Rizal Sukma
  27. Tatat R Utami
  28. Teguh Juwarno
  29. Umar Husin
  30. Viva Yoga Mauludi


Susunan pengurus lengkapnya sebagai berikut:

BADAN PENASEHAT
Ketua:
Bursah Zarnubi

Wakil Ketua
Hamid Basyaib
Rizal Sukma

Anggota:
M Yasin Kara
Anies Rasyid Baswedan
Erik Satria Wardana
Elprisdat
Mukhlis Yusuf
Nadia Madjid
Dian Islamiati Fatwa
Nur Iswan
Ahmad Fauzi

BADAN PENGURUS
Ketua:
Arif Budimanta

Wakil Ketua:
M. Ichsan Loulembah
Umar Husin
Viva Yoga Mauludi
Fami Fachrudin

Sekretaris:
Andi Sinulingga

Wakil Sekretaris:
Marbawi A Katon
Muhammad Haris Indra

Bendahara:
Tatat R Utami

Wakil Bendahara
Katamsi Ginano
Nancy Natalia Raweyai

Bidang Penggalangan:
Abdul Rahman (Daeng Mangussara)
Nasihin Masha

Bidang Edukasi:
Geisz Chalifah
Medrial Alamsyah

Bidang Advokasi:
Hasanuddin Ibrahim
Hasan Nasbi

Bidang Hubungan Antar Lembaga:
Teguh Juwarno
Arif Satria

Friday, May 20, 2011

Terkenang Almarhum Ustad Ali

Belakangan ini, tiba-tiba aku rindu dengan suara ustad Ali almarhum. Beliau adalah imam masjid di Jl. Kalibata Utara 1 semasa hidupnya. Beliau meninggal sekitar setahun yang lalu setelah beberapa tahun terakhir dari hidupnya beliau dicoba dengan penyakit gagal ginjal hingga harus rutin cuci darah.

Ingin sekali aku kembali berdiri menjadi makmum di belakangnya pada saat shalat subuh. Suaranya lembut, bacaannya enak, pilihan suratnya dari juz 'amma yang sedikit banyak aku paham artinya. Aku sering menangis dibuatnya, terutama saat beliau membacakan surat al-Ghasiyah, yang menceritakan kesusahan dan kesenangan saat di akhirat nanti.

Aku suka tidak tahan untuk menitikkan air mata kalau mendengar suara yang menyentuh kalbu. Saat mendengar panggilan haji di televisi "labbaika allahumma labbaik... labbaika laa syarikalaka labbaik..." aku pasti tidak tahan. Demikian juga kalau mendengar lagu Ibu Pertiwi atau Gugur Bunga, aku suka berkaca-kaca matanya.

***
Ya, aku ini jenis manusia yang mudah tersentuh perasaannya dengan suara. Sepertinya, tiap orang punya titik sentuh yang berbeda. Yang umum, orang menjadi mellow, mudah sedih dan menangis, kalau lagi susah. Aku tidak. Hidup susah membuat aku makin keras dan sulit menangis. Tapi mendengar suara, aku suka tidak tahan untuk menahan air mata. Beda dengan teman-temanku seperti Aris, Toha, dan Susilo. Mereka hanya sedih di kala susah saja ...

Hehehehehe

Sunday, May 08, 2011

Mimpi 2 Kematian Dalam Semalam

Semalam, aku bermimpi tentang kematian. Pertama, aku mimpi ibuku meninggal dunia. Ceritanya, aku ditelpon dari Bumiayu, mengabarkan kalau ibu telah tiada. Aku bahkan tidak sempat menghadiri pemakamannya. Aku menangis meraung-raung. Kemudian aku terbangun. Kulihat jam menunjukkan pukul 3.32. Aku duduk sebentar di atas tempat tidur, kaget dengan mimpi tadi, lalu ke kamar mandi sebentar untuk buang air kecil. Selesai buang air kecil aku tidur lagi.

Setelah tertidur, aku kembali mimpi kematian untuk yang kedua kalinya. Kali ini, yang meninggal adalah Prabowo Subianto. Yang sedikit aneh, setelah diberitakan secara nasional tentang kematiannya, Prabowo hidup kembali dan muncul di kampung saya. Prabowo menceritakan bahwa dirinya sebenarnya tidak mati, dia luput dari usaha pembunuhan oleh lawan-lawan politiknya.

Cerita mimpi tiba-tiba melompat dengan hadirnya istri Prabowo, Titiek Soeharto, yang dalam alam nyata aku hanya kenal nama tidak pernah bertemu sama sekali. Istri Prabowo tadi memberi saya uang Rp 150.000.000. Dia berpesan, "Tidak semua perjuangan berhasil, tapi dengan uang ini setidaknya kamu bisa memiliki sebuah rumah." Ya, uang itu diminta untuk dibelikan rumah.

Setelah menerima pesan itu, aku terbangun karena alarm adzan shubuh dari hape Android Samsung Gio berbunyi. Jam di meja menunjukkan pukul 4.33. Aku duduk sebentar di atas tempat tidur, lalu bersegera mandi pagi, wudhu, dan berangkat ke masjid untuk shalat shubuh.